Dear you,
Aku enggan menyebut namamu. Sesak rasanya setiap kali orang-orang menyebutkan namamu. Ada luka yang tersayat ketika banyak orang sengaja mengingatkanmu padaku. Sekuat apapun aku dihadapan mereka, nyatanya aku tetaplah lemah.
Aku hanya berdoa, semoga Tuhan segera menyembuhkan lukaku. Menggantikanmu dengan yang lebih baik lagi, sebab aku percaya "Tuhan tak akan mengambil seuatu yang baik, kecuali digantikan dengan yang lebih baik lagi".
Dengan demikian Tuhan sudah mengemas yang lebih baik dari kamu. Tuhan akan mengutus dia menjadi penggantimu. Jadi aku rasa, aku tak perlu cemas, yang terbaik itu memang ada.
Yang dipersiapkan Tuhan itu, adalah dia yang akan bersyukur ribuan kali karena memilikiku. Yang tau cara membuat tersenyum, bukan cara membuat menangis. Yang paham bagaimana bersikap dan bertutur kata. Yang tahu bagaimana berjanji untuk ditepati, bukan berjanji untuk diingkari. Yang tak akan menyembunyikan aku dari dunianya, melainkan dengan bangganya membawa aku memperkenalkan pada dunianya. Yang mengakui dirinya salah ketia dia salah, bukan malah mencari pembenaran atas kesalahannya. Yang mengerti cara menghormati orang tua, bukan mengumbar kekesalannya di sosial media.
Semoga kamu paham, dirimu bukanlah yang sempurna. Jadi jangan merasa bangga terhadap hal yang hanya sepele di mata Tuhan.
No comments:
Post a Comment