Friday, February 13, 2015

Day 16 : #justSayIt ; aku mengagumimu

Maukah kau menjadi sepasang doa yang saling menjaga, di mana detak nadimu dan hembus napasku menjadi satu dalam ikatan cinta.

Mas, itu adalah sepenggal puisimu dalam buku "Satu kata satu rasa" jilid pertamamu. Membacanya saja, membuat sekujur tubuhku bergetar. Maknanya begitu menyiratkan bahwa ada cinta yang terkandung di balik keinginan menyatukan doa.

Aku tak terlalu mengetahui sosokmu. Perkenalan kita pun tak lebih dari ke-anomali-an saja. Melewati Tumblr kita saling bercengkrama. Saling mengikuti setiap jejak catatan yang isinya bisa jadi menggambarkan banyak perasaan para pembacanya. Mungkin, jika saja aku tidak iseng memintamu untuk mem- follback akun tumblr ku, kita tak mungkin akan saling bertukar nomor ponsel dan juga pin BB.

Mas, aku rasa kau dan aku memiliki kesamaan. Yaitu senang menikmati secangkir kopi dan duduk menghabiskan waktu di depan komputer. Hanya bedanya kau sedang menuliskan artikel yang siap naik cetak, sedangkan aku sibuk mengerjakan rutinitas kantor saja. Kau suka kopi machiato ya? Kalau aku sih, cappucino, entah kenapa sepertinya ada beberapa beban yang bisa hilang saat kuteguk kopi favoritku itu. Ada rasa bahagia juga saat kunikmati kopi bersama rintik cantik dari gerimis yang manis.

Oh, iya, Mas, aku mau berterima kasih padamu. Kau telah mau bersusah mengirimkan puisimu untukku. Rasanya aku berada di awan. Merasa disanjung. Dan merasa dianggap berharga karena puisimu. Kita memang tak melalui perkenalan yang saling bertatap, tapi percayalah aku merasa dekat dan mengenalmu telah lama.

Aku tunggu janjimu lho, Mas, kau mau memberiku satu buku puisi "satu kata satu rasa" mu jilid dua. Aku tak sabar. Ingin segera membacanya, dan lagi-lagi bergetar karena kagum pada penulisnya.

Mas, sebenarnya aku ingin menulis banyak padamu, tapi, keterbatasan kata juga waktu yang harus membuatku menyudahi surat ini untukmu.

Baik-baik ya, Mas. Tetap semangat berkarya dan terus menuliskan puisi yang indah.

Aku mengagumimu :)

@novelisnova

Ps: sampaikan surat ini pada pemilik akun twitter @sepotongsenja

No comments:

Post a Comment