Monday, February 16, 2015

Day 18 : kau dimana?

Hai Ryan Mega Permana,

Aku sedang menghitung berapa waktu kita sudah tak berjumpa. Sudah sembilan tahun ya? Terakhir kita bertemu saat ujian praktek agama di sekolahku. Aku ingat kita bertatap muka, tapi tak mau bertegur sapa, sebenarnya saat itu aku tahu kau hendak menyapaku. Menyapa kekasih yang kau abaikan dulu. Aku sengaja memalingkan muka, saat itu aku memang benci kamu. Seenaknya saja kamu memperlakukan aku sejahat itu, lalu menyesal dan ingin kembali.

Ah, tapi sudahlah, itu masa lalu. Bagaimana kabarmu sekarang? Lupakan kita pernah menjadi sepasang kekasih. Pertanyaanku tadi adalah pertanyaan seorang teman. Karena diantara ratusan temanku yang lain, hanya kau yang jejaknya tak kutemukan.

Kau dimana, Tuan angkuh yang menggemaskan? Jika kuingat awal mula kita saling suka, aku ingin tertawa. Awalnya kau adalah pria yang disukai teman-teman sekelas kita. Kau memang bisa dikategorikan murid baru, anggaplah demikian. Semua perempuan di kelas bahkan di sekolah mengidolakanmu, kecuali aku.

Jangan heran, entah dalam hal ini aku yang tak normal, atau memang kamu bukan tipeku, tapi yang jelas aku tak pernah mengagumi kamu, sedikit pun. Ditambah lagi sikap angkuhmu sedikitnya membuatku benci kamu. Kamu itu menurutku so' cakep, jika diajak ngobrol hanya anggukan atau gelengan saja sebagai jawabannya, dan itu sungguh membuatku muak.

Tapi, ya, begitulah, beda cinta setipis benci. Aku yang membencimu pada akhirnya luluh juga setelah tahu kau menaruh hati. Aku tak bisa menolak cinta pria angkuh menggemaskan,

Ah, sudahlah, lupakan. Aku ingin tahu, kau dimana, dan bagaimana kabarmu? Aku rasa, aku sudah memaafkanmu, mari kita berteman kembali.

No comments:

Post a Comment