Hai kalian...
Tak terasa tiga puluh hari sudah aku menulis surat cinta. Dan hari ini adalah hari terakhir. Besok aku tak akan lagi kebingungan mencari ide. Besok pun aku tak memiliki kewajiban menulis surat lagi. Aku tak perlu lagi ketar-ketir jika mendekati jam lima sore suratku belum bisa kuposting. Tapi, semua akan terasa berbeda. Pasti banyak yang akan kurindukan. Termasuk memutar isi kepala apa yang harus aku tuliskan.
Kalian yang berkomitmen menulis surat cinta tentunya adalah orang-orang yang memiliki kredibilitas tinggi. Kuakui tak mudah berkomitmen untuk bisa menulis setiap harinya. Tapi tekad dan kegigihan kalian membuat semua yang sulit ini terasa mudah tentunya.
Dan Ika, aku yakin menjadi tukang pos juga bukan perkara yang mudah. Setiap hari, kamu harus membaca surat satu per satu. Mencoba memahami isi hati mereka, dan memberikan komentar yang memotivasi setiap harinya. Salut buat kamu Ika.
Bosse, dengan mengadakan program ini, kau menggali semangat menulis penulis kawakan sepertiku. Meski tak pandai merangkai kata, setidaknya isi kepalaku tertuang pada tulisan setiap harinya. Thank you bosse.
Aku cukup bangga, tahun ini aku berhasil menjaga konsistensiku dalam menulis. Aku merasa menjadi pemenang. Aku bisa mengalahkan rasa malasku dan tetap berusaha menulis setiap hari selama tiga puluh hari ini.
Sampai bertemu lagi tahun depan semuanya. Salam titik dua bintang dariku.
@novelisnova
No comments:
Post a Comment