Monday, February 23, 2015

Day 26: Yang sedang Menyesal

Dear you,

Tanpa basa basi aku melihat kau tengah sibuk menyesali. Kenapa? Sudah terasakah olehmu apa itu penyesalan yang sesungguhnya?

Dulu kau begitu sesumbar. Meyakinkan orang-orang bahwa tak mungkin ada penyesalan ketika kauputuskan meninggalkanku. Kau berkelakar hebat, memberi pengesanan bahwa aku memang layak ditinggalkan. Aku masih diam. Enggan rasanya mengomentari kicauanmu yang tak penting itu.

Sekarang kenapa kau begitu? Terlihat jelas tanpa aku kau kesepian. Tanpa aku kau tak bisa apa-apa. Kenyataannya teman yang selalu kau agungkan itu tak bisa selalu menemanimu. Realitanya juga, wanita yang kauharapkan menggantikan posisiku tak bisa sebaik aku dalam merawatmu. Ya! Demi wanita itu bukan kau beralibi untuk meninggalkanku? Aku tahu itu. Dan silakan saja, aku tak pernah menghalangi keinginanmu.

Lantas, mengapa kau seolah sengaja berada di sekitar keberadaanku? Kau sengaja membuat tulisan yang seakan memberitahuku letak posisimu. Menurutmu aku akan mencarimu? Tidak akan!!

Sudahlah, jangan memperlihatkan diri saat kau tengah menyesal. Ini membuatku ingin tertawa. Jika harus kuberitahu, aku pun sebenarnya menyesal. Menyesal karena aku pernah menerimamu menjadi kekasihku.

Aku!!!


No comments:

Post a Comment