Bandung, 26 Februari 2015
Dear Ika,
#30HariMenulisSuratCinta, aku akui memang tak mudah, Ika, berkomitmen menuliskan surat cinta selama tiga puluh hari. Jujur aku mengalami seperti apa buntunya saat harus menulis surat setiap harinya. Aku berpikir. Memutar otak, siapa objek yang akan kujadikan tujuan menulis suratku setiap harinya.
Perasaanku juga berubah setiap harinya. Terkadang kala sedih melanda aku mengingat dia pria yang di masa laluku membuat menangis. Ketika bahagia, tak jarang aku pun menuliskan surat kepada orang yang sama. Semua serba tak mudah dipahami. Sudah hampir tiga puluh hari, aku hanya menyentuh salah satu dunia aksaraku yang disebut Blog, dan selama itu juga, dunia tulisanku yang lain tak pernah kusentuh. Tumblr, biasanya aku selalu bermain disana setiap hari. Namun, demi komitmenku menulis surat, aku rela meninggalkannya sementara waktu.
Ika, aku senang setiap membaca komentar-komentarmu. Meski kuakui kau kadang tak disiplin waktu, hehehe, tapi itu sangat menyenangkan. Setidaknya, kau masih mau membaca dan memberikan apresiasi terbaikmu.
Applause buat itu semua. Aku bahagia menulis kali ini, aku mendapatkan tukang pos sebaik kamu *cubit pipi kamu*.
Terima kasih, Ika, atas setiap penghargaan-penghargaanmu. Sedih rasanya dua hari lagi semua ini akan berakhir. Aku harap tahun depan kita bisa bertemu lagi. Kau tetap menjadi tukang pos ku. Hehehe.
Akhir kata, semangat terus buat kamu, Ika
Yours,
@novelisnova
Astrie Nova Akbar.
Surat balasan untuk @ikavuje "Dear LMNO".
No comments:
Post a Comment