Saturday, February 7, 2015

Day 10 : Tentang PDA (Public Display Affection)

Kepada kalian pria yang terkadang mempermasalahkan soal PDA.

PDA atau Public Display Affection (mengumbar kemesraan di tempat umum) sebenarnya tidak salah. Selama proses yang dijalankan masih tahap wajar. Bukan berciuman atau mesra berlebihan. Selama yang dijalankan hanya sebatas menggenggam tangan ataupun merangkul bahu.

Ketahuilah hal semacam itu bukan bermaksud untuk mengumbar atau memamerkan kepada orang-orang bahwa kita sebagai pasangan kekasih.

Bagiku, saat berjalan bersamamu, digenggamnya tangan terdapat perasaan aman. Aku tak takut berjalan di keramaian, karena ada kamu yang selalu menggenggam tanganku kemanapun langkah kita tertuju. Dan untuk merangkul, aku merasa nyaman ketika kau rangkul bahuku dekat dengan lenganmu. Aku bisa merasakan bagaimana suara detak jantungmu menggema. Aku aman. Tak akan ada orang yang mengganggu, mengusili, atau berniat jahat.

Aku tak tahu alasanmu merasa risih. Tapi sebelum kau hanya merasa risih, kau pun harus memahami bagaimana perasaan perempuan itu. Bagaimana perempuan akan merasa aman, jika untuk kaugenggam tangannya saja ada keengganan. Jika untuk merangkul bahunya saja, kau tak mau. Ingatlah, perempuan manapun, setangguh apapun dia, tetap ingin merasa dilindungi.

Kau tak bisa menyamakan dia dengan dirimu. Saranku, jika untuk memberi hal sederhana yang membuatnya aman saja kau tak bisa, sebaiknya kau tak usah mengharap cinta. Kodratnya kau diciptakan Tuhan adalah untuk melindungi, dan perempuan tercipta untuk dilindungi.

Semoga kau bisa paham tentang PDA bagi seorang perempuan.

@novelisnova

No comments:

Post a Comment