Tuesday, February 3, 2015

Day 7 : The first time in forever (I Love You)

Teruntuk; kakak kelas dua tingkat di atasku.
Mahasiswa Teknik Informatika
Anggota Badan Executive Mahasiswa.

Ini adalah tantangan 30 hari menulis surat cinta yang membuatku harus sedikit memutarkan otak. Dimana surat kali ini harus kutujukan kepada seseorang yang memberikan pertemuan pertama yang mengesankan. Akhirnya aku ingat, saat bertemu denganmu adalah hal paling berkesan bagiku.

Kau pasti mengernyitkan kening, bagaimana bisa pertemuan pertama begitu mengesankan untukku?

Baiklah, aku adalah pengagummu dari awal. Sosokmu berhasil mencuri perhatianku. Dalam berpakaian kau begitu sederhana, celana jeans standar dan kaos polo berkerah. Ah, sesederhana itulah kau membuatku mengagumimu.

Apa hanya dari berpakaian saja aku mengagumimu?

Tidak. Tentu tidak. Perkiraanku kau adalah mahasiswa cerdas. Terlihat dari cara kamu bertutur kata, begitu sopan. Menunjukkan kalau dirimu adalah pria berbudi pekerti luhur.

Akhirnya Tuhan mengabulkan harapku. Setelah satu tahun aku hanya jadi pengagum rahasiamu. Dia begitu baik, tanpa kuminta Ia mendekatkan aku dan dirimu hanya melalui selipan komentar pada status aplikasi media sosial sejuta umat. Sejak saat itu, kau intens memberikan komentar, kau juga tak lupa memberikan tanda jempol pada setiap postingan-postinganku.

Nyatanya, Tuhan juga-lah yang menggerakkan tanganmu untuk menghubungiku. Nomor ponsel yang tertera di profilku, membuatmu pada akhirnya mengajakku semakin dekat lagi. Kita bercengkerama dalam sebuah percakapan singkat yang kita sebut sms. Kau banyak bercerita, dan aku banyak berkomentar. Itu sungguh menyenangkan, semenyenangkan ketika akhirnya kamu mengajakku bertemu juga

2 November 2010

Tanggal yang tak akan aku lupakan. Di tanggal itulah kita akhirnya bertemu. Dari kejauhan sudah kulihat sesosok pria tinggi menggunakan kemeja warna ungu muda terduduk di atas motor hitamnya. Ketika aku menghampirimu, matamu yang sipit terbenam dalam simpul senyum yang mengagumkan. Aku sungguh terpesona. Kau mengajakku berjabat, memperkenalkan diri dengan sopannya. Itulah kali pertama aku menyentuh kulit tubuh pria idamanku.

Selasih!

Itulah nama tempat makan yang kita singgahi. Satu porsi cah kangkung seafood, nasi, kwetiaw seafood, dan dua gelas cappucinno float pelengkap pengantar obrolan kita. Aku masih ingat semuanya. Ah, tuan, demi apapun itu aku tak akan melupakan setiap hal yang terjadi untuk kita.

Semenjak disana, aku akui aku semakin jatuh cinta padamu.

The first time in forever is you, baby.

No comments:

Post a Comment