Wednesday, February 12, 2014

Day 8: Yang kutemukan, yang menghilang.

Kamu; yang pernah kutemukan, dan akhirnya menghilang.

Pernah tidak kamu berpikir ada seorang perempuan yang mencari kamu dengan luar biasanya?

Menurut kamu perempuan ini waras atau tidak?

Jika jawaban kamu perempuan ini tak waras, maka aku pun berpikir sama sepertimu.

Kenapa dia mau memapah hari-harinya hanya untuk menemukan sosok pria yang tak bisa menghargai perjuangannya? Pada bagian mana dari kamu yang membuatnya bisa jatuh cinta segila itu? Sedangkan diluar kamu, ada pria lain yang juga dengan setianya menanti perempuan ini berbalik mencintainya.

Akan kujelaskan padamu seperti apa dia berjuang menemukan kamu. Dia tak berpikir bahwa kamu akan bisa berbalik merangkaikan sejuta luka dihatinya. Dia hanya ingin kamu tahu, bahwa dia pernah dan masih dengan sangat mencintaimu. Tak ada setitik keinginan dihatinya untuk memilikimu. Dia tahu, kamu dan hati kamu punya kebebasan untuk menentukan arah hidupnya.

Dia mendorong dirinya untuk berani menyapamu, dan kau hanya membalas sekenanya. Dia bersusah payah membuatmu tergerak, dan kau hanya sejengkal mau menoleh. Dia terus maju, karena dia tak mau kehilangan jejakmu lagi untuk kesekian kalinya. Dia hanya tahu, dia mencintai kamu saja, titik.

Dimana kamu yang orang bilang si baik hati itu. Sementara sikapmu padanya berbeda sekali dengan yang orang bilang tentangmu.

Tapi benar juga, kau memang baik. Kerendahan hatimu mendorong kamu menjadi sosok yang menebarkan harapan palsu pada dia. Bukankah kalian pernah menghabiskan malam kalian dengan saling bercerita melalui sambungan telepon? Bukankah kamu dengan bijaknya mengakui ketangguhannya menemukan kamu? Ah, aku rasa kamu memang hanya sekedar melambungkan asa dia saja. Semua ucapanmu itu palsu adanya.

Kamu tahu,

Gadis ini pernah menangis akibatmu. Dia tak pernah lupa membaitkan doa untukmu. Dengan sedikit menyimpan harapan yang kau tawarkan, gadis ini menggenggam namamu dalam cita-citanya. Aku kadang sebal dengannya, padahal aku tahu, kau sedang membuat galian luka hatinya lebih dalam lagi. Tapi aku sungguh tak tega memberitahunya, dia tengah dibutakan cinta padamu. Ya, aku memaklumi, biar bagaimana pun kamu adalah pria yang lima tahun dicarinya tapi tak pernah dimilikinya.

Hmmm, satu lagi yang aku sesalkan, kenapa si gadis gila ini harus AKU!!

No comments:

Post a Comment