Untuk kamu;
Yang lebih sering melihatku tersenyum.
.
Tahukah kamu,
Dibalik sikapku yang selalu mengumbar senyuman, ada serpihan hati yang tengah kurekatkan perlahan. Dibalik candaan dan gelak tawaku, ada luka yang masih harus kutahan perihnya, harus kuhentikan laju darahnya, agar ia tak berhasil membuatku menangis didepanmu.
Dibalik aku yang kau lihat bahagia, tercipta sajak-sajak sendu yang mengalun sendu melalui jemariku. Kurangkaikan bait-bait kata, mengagumi keindahanmu yang tertahan di selaksa ronggaku.
Dibalik aku yang merindukan pelangi senja, ada aku yang tengah merintih merindukan pertemuan hati dibawah rintik hujan.
Dibalik aku yang melukiskan awan, ada aku yang bersajak sendu menahan keluh kesah merindukanmu.
Kemarilah,
Sejenak arahkan telingamu untuk mendengarkan lantunan syair yang khusus kupersembahkan untukmu.
Sejenak tujukanlah matamu kepadaku da lihatlah aku yang tengah berjibaku menahan sesaknya rindu yang semakin membabi buta untukmu.
Kau melihatku tersenyum, namun sebenarnya aku menangis.
Kau mendengarku bersenandung, namun nyanyianku adalah lagu rindu untukmu.
Kau tertawa bersamaku, tak tahukah kau, bahwa aku ingin memiliki tawamu.
Ini aku!
Perempuan yang menahan gejolak.cintanya dibalik sikap yang terlihat bahagia.
Aku,
Perempuan yang berpura-pura tak terluka, saat tanganmu menggenggam tangan gadis itu.
Aku,
Perempuan yang mengatakan "selamat" kepadamu, dibalik hati yang tengah menjerit berkata "aku mohon tinggalkan wanita itu untukku".
Aku,
Perempuan yang pada akhirnya sedang menangis dibalik senyumanku.
=
=
"Maafkan aku, mataku hanya melihat kamu yang selalu tersenyum tanpa kutahu hatimu sedang menangis."
Ucapanmu ketika tahu aku mencintaimu.
-perih-
No comments:
Post a Comment