Sejak insiden makian pada akun path itu, aku masih tak habis pikir; pria macam apa yang sempat kukagumi sosoknya karena keramahannya. Aku sungguh tak menyangka, kau bisa semeradang itu, hanya karena Real madrid kalah oleh Barcelona. Dengan sombongnya kaumengeluarkan kata-kata kasar yang sangat jelas ditujukan buatku. Hanya karena aku mengatakan bahwa pada akhirnya Barcelona memang menang dan bisa dengan hebat mengalahkan madrid. Kau berkelakar hebat, mengatakan bahwa wasitnya curang. Sedangkan beberapa kali kuperhatikan setiap kali Madrid bertanding melawan Barcelona, selalu kalah.
Memang sungguh tak lucu, makianmu berhasil membuatku menangis dan sakit hati. Kau menghujat dan mengatakan jika aku hanya orang yang nyampah di time line, culas, dan aku adalah pendukung barc... *ah sudahlah*. Aku tahu semuanya itu untukku, sayang. Dan demi Tuhan, aku tak ingin membalasnya. Biarlah, yang penting aku cukup tahu, pria macam apa dirimu ini.
Tapi, aku masih tak habis fikir, aku sama sekali tak mengenalimu. Kali ini kau sungguh sombong. Kerogansianmu membuatku bertanya; yang mana dirimu sebenarnya? Apakah pria yang sempat dan selalu menyapaku pada hingar bingar dunia seratus empat puluh karakter itu sama dengan pria yang bercuap-cuap kasar pada akun media sosialnya? Entahlah, tapi kali ini aku sungguh asing melihatmu.
Dimana kamu yang dulu menyenangkan itu? Yang sempat mengajakku berjalan dan berfoto ria. Pria yang pernah mengenalkan aku dengan antrian panjang di kedai ramen itu. Pria yang sungguh manis saat menawarkan jaketnya saat tahu aku sedang kedinginan. Pria yang dengan senyumnya mengulurkan tangan dan membantuku berdiri saat tersungkur jatuh. Aku rindu kamu yang dulu.
Aku mohon sayang, berhentilah menyulut emosiku. Tak perlulah kamu membuat postingan yang berhubungan dengan bola dan team nya. Semua itu justru semakin memperjarak kita. Karena sungguh aku tak peduli sehebat atau seburuk apapun team kesayangan kita, jika hal itu hanyak semakin membuat kita terus salah paham.
Aku sungguh menyayangkan semuanya. Kau bahkan tak mengucapkan selamat ulang tahun padaku, mungkin karena kau masih kesal denganku. Tapi apakah aku membalasnya? Tidak, sayang! Dengan teliti ku kumpulkan foto-fotomu, kurangkai dan kuhias untuk mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Kita yang hanya terpaut lima hari dari tanggal kelahiran kita, membuat otakku merekam sempurna tanggal lahirmu. Aku belajar ikhlas andai pun kau tak melakukan hal yang sama denganku. Di mataku kamu masih superman yang menyenangkan. Bagian itu adalah caraku memperbaiki hubungan denganmu.
Sungguh, tiap kali melihat statusmu, membuatku selalu merindukan sosokmu yang dulu. Sosok yang selalu bercerita padaku siapa wanita yang disukainya. Siapa wanita yang ingin didekatinya. Aku bahagia mendengarkan itu. Meski tanpa kusadari ternyata aku diam-diam menyukaimu.
Aku mohon, sayang, kembalilah seperti dulu. Seperti pertama kali aku mengenalmu yang ramah.
With love for you :')
@AchyNova™
2 Februari 2014
No comments:
Post a Comment