Semua yang kutakutkan akhirnya terjadi. Kini, bukan lagi jarak
yang memisahkan kita saat ini. Bahkan, hati kita pun sudah tak lagi
saling bertaut. Aku sedih, semua terjadi secepat ini. Secepat waktu yang
tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Tak bijak rasanya jika masih mempersalahkan jarak, sementara kita
mampu melewatinya di 2 tahun kebersamaan kita yang istimewa. Secepat
itukah perasaan kita berubah? Aku masih berharap semua ini mimpi. Dan
ada seseorang yang berbaik hati membangunkan aku dari mimpi buruk ini.
Sungguh, aku tak kuasa menahan perih ini. Aku benci kenapa
perpisahan ini terjadi juga. Padahal, aku masih berharap bisa
memanggilmu 'hubby' suatu saat nanti. Tapi pengharapan itu memang tak
akan terjadi sampai kapanpun.
Mungkin benar tweet pagi hari itu yang berisi tentang segala sesuatu
yang berlebihan akan menyakiti diri. Ya, aku merasakannya kini.
Don't trust too much.
Don't love too much.
Don't hope too much.
Because that too much can hurt you so much.
Aku memang terlalu mempercayaimu, terlalu mencintaimu, dan terlalu
berharap padamu. Dan inilah hasil yang kudapat, menyakitiku terlalu
banyak.
Aku benci kamu, benci ketidaktegasanmu. Bukankah kamu berkata akan
terus memperjuangkan cinta kita bersama? Inilah yang paling kusesali
darimu, ketidaktegasanmu!!
Sekarang aku harus merunut pagi tanpa suaramu diujung telpon. Kini,
tak akan ada lagi pesan singkatmu yang mampir di inbox ku untuk
mengatakan selamat pagi.
Sudahlah, kamu tak usah merasa bersalah. Tak perlu risaukan rasa
sakitku ini, aku disini baik-baik saja. Hanya butuh waktu saja untuk
bisa ikhlas menerimanya. Aku tahu, Tuhan yang Maha Penyayang sedang
memelukku dalam pelukan terhangatNya.
With Love for You :')
@AchyNova
No comments:
Post a Comment