Monday, May 6, 2013

Menjelaskan Perpisahan


Kusebut perpisahan sebagai malaikat maut, kapanpun siap datang untuk menjemput. Tidak juga kamu, tidak juga aku, tak pernah tahu kapan perpisahan akan menghantui hari kita.

Tak ada yang tahu kapan perpisahan menjadi awal dari sebuah kebimbangan.
Masa dimana kita pernah bercanda dalam riuh tawa yang membahana, sekarang hanya kita sebut dengan kenangan. Tak ada lagi jari jemarimu diantara sela jemariku. Tak ada lagi usapan lembut pada rambutku. Tak ada. Karena semuanya telah selesai.

Tapi tak ada perpisahan yang paling menyakitkan selain perpisahan karena kehadiran orang baru dalam hubungan seseorang. Dan aku bersyukur, penyebab runtuhnya fondasi cinta kita tak lain karena kita masih terlalu egois menyikapi keadaan.

Setelah kita berpisah, masih bolehkah aku menyimpan rindu untukmu? Masih bolehkah aku menyebutmu dalam doa-doaku? Kuharap kamu masih izinkan semua itu padaku.

Aku hanya ingin kamu tahu, aku masih sangat mencintai kamu. Meski perpisahan ini menguraikan KITA menjadi hanya AKU dan KAMU.
Setidaknya, perpisahan menorehkan sejarah panjang dalam hidup kita. Dan masing-masing dari kita memilikinya dalam hati. Kenangan yang sempat kita pahat bersama, akan menjadi coretan manis dalam senyum kita.

Ah.. Sudahlah. Perpisahan ini bukan akhir dari kita. Melainkan awal untuk KITA yang baru. Meski hanya sebagai teman biasa atau pun sebatas adik dan kakak.

With love for you :')

@AchyNova

No comments:

Post a Comment