Hai Sayang... Sedang apa sekarang? Sudah makan? Jangan sampai kamu
tak makan, karena terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Karena jika iya,
aku akan menegurmu sekeras ibumu menegurmu.
Aku benci dengan keadaan ini. Kita seakan tak memiliki ruang untuk
bisa saling bersentuhan dan saling menatap. Rasanya menyakitkan, jika
keterbatasan kita menjadi penyebab kita tak banyak tahu dan tak banyak
bertemu. Setiap hari, kita berjuang menahan rindu yang semakin menggebu
dan tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa kita? Melalui jarak puluhan
kilometer?
Aku menghela nafas, membayangkan jika aku bisa berada disisimu.
Mungkin, tak ada air mata ketika hanya suara saja yang menguatkan kita.
Dan tentu saja tak akan ada ucapan rindu ribuan kali yang terlontar
dari mulut kita, demi meredamkan kerinduan yang semakin membabibuta.
Aku ingin disana bersamamu. Agar aku bisa menegurmu ketika kamu
sengaja tak makan hanya karena sibuk, bahkan jika perlu aku yang
menyuapimu :). Dan aku bisa menjadi perawat pribadimu ketika demam
menyerangmu. Hmmmm.. Ayolah sayang, jangan buat aku khawatir dengan
kelalaianmu yang sering mengabaikan kesehatanmu.
Apalah arti puluhan kilometer kita, jika aku masih bisa mendengar
suara lembutmu dipenghujung petang kita. Jika aku masih bisa melihatmu
tersenyum saat video call kita di Yahoo Messenger. Apa yang mesti
diragukan dari kita? Sedangkan aku dan kamu masih setia menunggu
pertemuan manis kita di minggu kedua dan keempat setiap bulannya.
Bukankan suatu kebodohan jika kita masih mempersalahkan jarak?
Sedangkan kita sudah mampu mengatasinya di 2 tahun kebersamaan kita.
Jarak hanyalah angka. Selama kita masih berjuang untuk cinta kita yang sama.
Love is Me ^_^
AchyNova
No comments:
Post a Comment