Di setengah pagi yang sebuta ini, aku terbangun dari tidurku yang tak terlalu nyenyak. Kusingkap selimut tebal yang menutupi hingga bahu, yang menghangatkanku dari dinginnya malam yang mencekam. Ini salahku jika tidurku tak senyaman seperti biasanya, karena terbebaninya kepalaku untuk memahami keinginanmu.
Saat menulis ini, aku terus memperhatikan kicauanmu untuk wanita yang tak kukenal. Seseorang yang tergambar begitu sempurna melewati kata-kata diantara seratus empat puluh karakter yang terbatas. Aku menebak-nebak dan karena teka-teki itulah aku terluka parah. Seharusnya aku tak perlu mengikuti rasa keingintahuanku yang menggebu. Tak perlu lagi kucari-cari kabarmu dari sudut keabstrakan dunia maya, tempat segala tumpuan keinginanmu terjalin tanpa kuketahui, apakah itu realita atau hanya drama belaka.
Begitu kerasnya keinginanmu yang satu ini, Sayang. Sementara disini, aku masih menunggu kamu pulang. Hampir setiap malam, atau bahkan setiap saat, aku masih sering merindukanmu. Mengingat betapa dulu kita begitu dekat tanpa sekat. Aku merasa pernah kaubahagiakan, kauberi senyuman, kaubuat tertawa, juga terluka. Pada pertemuan kita enam minggu lalu, kamu duduk didepanku. Dengan lancarnya kaujelaskan wanita mana yang saat ini tengah kaucintai sosoknya. Wanita baik yang dengan senyumannya membuatmu terpesona seketika. Dia begitu spesial, dan begitu penting untukmu. Dan, inilah salahku, mengharapkanmu yang terlalu tinggi.
Jujur, mungkin saat ini aku memang tengah mencintaimu. Tapi, sisa-sisa dari harapan yang kutahu salah ini masih ada. Aku belum mau menerima kenyataan, kamu mencintai wanita lain, bukan aku. Mengapa aku tak bisa ikhlas mengetahui pilihanmu. Padahal, siapa aku untukmu. Selain hanya seorang teman tempatmu bersandar dan mengeluarkan keluh kesah. Tuan, sungguh aku tak paham maumu. Apa matamu begitu buta untuk melihatku, sehingga pandanganmu selaku tersekat bayangan wanita itu?
Aku hanya bisa melapangkan dada, nyatanya kaulebih memilih wanita yang mengalungkan salib dilehernya. Wanita yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan keyakinanmu. Bukan aku, wanita yang memiliki persamaan denganmu.
With Love For You :')
@AchyNova™
130913
No comments:
Post a Comment