Saturday, October 19, 2013

PRIA SETELAH KAMU!

Ketika menulis ini, beberapa menit sebelumnya aku melihat kicauan barumu pada akun path itu. Seperti biasa moment yang kautinggalkan seperti sengaja mengayunkan pedang dan menebaskannya tepat dihatiku.

Seperti sekarang, betapa dengan gamblangnya kau menyebutkan bagaimana indahnya candle light dinner dengan gadis yang selalu berhasil membuatku cemburu itu. Dan lagi-lagi, aku harus bisa ‘legowo’ menahan perih itu sendiri.

Sudah sebulan ini aku memang tak seintensif dulu. Aku tak pernah lagi sengaja membuka dan mengunjungi profilmu. Pada akhirnya, wanita seperti aku memang lebih memilih menyerah. Mengingat betapa kamu, pria yang akan kuperjuangkan, bukanlah pria yang baik bagiku. Aku mulai memahaminya-sedikit. Tapi aku juga mulai merasakan lelah itu. Ya! Aku memang lelah, memperhatikanmu dari sudut dunia abstrak, nyatanya membuatku menyerah juga. Segala kicauanmu tak lagi menjadi prioritasku, kini. Aku mulai tak peduli dan jengah. Dan memang inilah aku sekarang.

Dua minggu lalu, melalui aplikasi Wechat, aku berkenalan dengan sosok laki-laki tampan. Tapi bukan itu intinya. Si pria ini mulai mencuri perhatianku dari lelahnya mencintaimu. Mungkin, dia memang tak seromantis kamu; Yang akan memberikan jaketnya, atau mungkin mengulurkan tangannya. Dia hanya pria biasa yang memprioritaskan kehidupan anak jalanan. Bahkan, akupun memang berada pada urutan terbawah dibandingkan dengan anak jalanan yang dia cintai. Tapi itulah uniknya pria ini, ketika kami hanya berdua dalam tatap, seluruh perhatiannya tercurah untukku semata.

Saat hujan turun, dia kirimkan pesan, memastikan bahwa aku dalam posisi aman. Tanpa aku sadari, arti romantis sebenarnya aku dapatkan dari pria ini.

Aku pernah diajaknya ke suatu tempat. Sebuah tempat yang menurutnya adalah dunia yang sesungguhnya. Aku baru memahami, disela kesibukannya, ia masih mau membaktikan diri pada anak jalanan yang dicintainya. Ia mengingatkanku untuk belajar bersedekah. Ia juga merangkulku untuk bersama bersujud pada Tuhan sang Pemilik Semesta.

Sekarang menurutmu, apa masih harus aku menguntitmu? Menguntit pria yang nyatanya hanya bisa memberikan sayatan luka daripada rasa bahagia? Yang tak pernah benar-benar ingin mengajak dan merangkulku masuk ke dunianya. Sudahlah, yang pasti aku memang sudah tak ingin peduli padamu.

With love for you :’)

@AchyNova™

02 Oktober 2013

No comments:

Post a Comment