Hai Tuhan, bagaimana kabar surga hari ini? Pastinya lebih indah daripada di bumi, ya?
Bukan itu sebenarnya yang ingin aku perbincangkan dengan-MU. Tapi tentang rasa rinduku pada calon anakku. Tolong sampaikan surat ini pada dia, ya, semoga dia bahagia mendengar calon ibunya sudah merindukan kehadirannya.
•
Dear Calon buah hatiku,
Sayang, perkenalkanlah siapa aku ini. Aku adalah perempuan yang begitu rindu memilikimu. Begitu bermimpi untuk segera menimangmu dalam pangkuanku. Barangkali aku akan tersenyum ketika melihatmu dengan lahap menyedot air susuku. Tak akan kulepaskan engkau dari pangkuanku. Mungkin dengan sigap ku ganti popokmu yang basah. Meski terkantuk, kupaksakan membuka mata saat tangisanmu menggemparkan malam-malamku. Tapi tak apa, sayang, aku ikhlas. Sama seperti keikhlasanku yang meski harus mempertaruhkan nyawa untuk melahirkanmu.
Ah, baru membayangkannya saja aku tersipu sendiri. Padahal, seperti apa rasanya mengandung saja aku tak tahu, sayang.
Nak, aku tak tahu apakah kekasihku saat ini adalah calon ayahmu atau bukan, semuanya masih menggantung dalam persetujuan Tuhan.
Namun, siapapun Ayahmu kelak, dia pun pasti sangat menyayangimu. Sama sepertiku, dia akan mengorbankan sebagian waktunya demi kamu, nak.
Saat jam kerja selesai, aku yakin dia pasti tergesa untuk pulang. Setiap detiknya dia pasti amat merindukanmu. Senyumanmu, kuyakin akan selalu terbayang di pelupuk matanya. Dia bisa bertindak lebih protective dari aku, sepertinya satu nyamuk saja akan dibantainya habis-habisan jika dia berani menyentuhmu.
Tuh, kan, lagi-lagi aku tersenyum sendiri membayangkannya. Lucu sepertinya jika semua sudah terjadi. Ah, sayang, doakanlah bunda disana, ya, agar kau bisa segera terlahir dari rahimku. Agar rasa rinduku ini segera terobati untuk menimangmu.
Sayang, sekian dulu surat dari bunda. Baik-baik disana. Jangan nakal, ya. Kita sama-sama berdoa, agar aku segera menikah, dan kau segera hadir dalam keluarga kecilku kelak.
Sampaikan terima kasihku pada Tuhan, ya.
Love you, sayang.
Bunda.
No comments:
Post a Comment