Hai sayang, tetiba saja aku ingat kamu. Sudah satu tahun lebih kita berpisah. Pasti banyak yang berubah dari kamu. Aku memang sengaja tak mencari kabarmu. Semua tentang kamu sudah kututup rapat dalam kotak masa lalu. Enggan kubuka kembali, karena aku tahu itu kelemahanku.
Selama ini aku tak bisa melupakan kamu sepenuhnya. Kenangan yang tercipta dalam kisah kita terlalu banyak sehingga sulit buatku menghapuskannya. Sayang, kali ini aku menjalani hubungan tanpa jarak. Kapanpun aku bisa bertemu dengannya. Tapi, sensasinya terasa berbeda, padahal kami masih berada di kota yang sama.
Mungkin aku belum bisa menerima kenyataan bahwa dia bukan kamu. Aku harus bisa menerima bahwa dia tak seperti kamu. Dia tak selalu mengabariku. Dia pun tak menjadikan aku tahu seperti apa kegiatannya. Dia terlalu cuek. Dan aku terkadang merasa dia tak terlalu mencintaiku.
Keadaan ini memaksaku membandingkan dia dengan kamu. Padahal aku tahu kalian sungguh berbeda. Tapi sikap-sikapnya justru menarik aku pada masa-masa saat bersama kamu. Padahal dulu tak mudah bagi kita menjalankan kisah. Melewati jarak ribuan kilo meter yang membentang kita bisa berjalan seirama. Dulu, aku harus menunggu empat belas hari supaya bisa bertatap denganmu. Setiap jam delapan malam dengan setia kita selalu bercerita via telepon, menceritakan kejadian atau hanya sekedar bersenda gurau, hingga tanpa sadar salah satu dari kita sudah tertidur lelap. Terkadang juga, kau menelpon hanya sekedar menyanyikan lagu a thousand years buatku. Dan itu sangat indah, sayang, indah.
Sekarang, aku sedang berusaha menerima dia bukan kamu. Aku pun mulai terbiasa jika dia tak mengabari aku. Dia memang bukan kamu. Tapi setidaknya mimpiku saat bersamamu sudah terselip juga bersamanya - menikah.
Entah kenapa, sayang, kali ini aku rindu cinta yang berjarak. Aku rindu saat kita saling melempar rindu dan cemas. Aku rindu!!
With love for you,
@achynova
No comments:
Post a Comment