Kamu malaikat manis itu...
Ingatkah kamu saat pertemuan termanis kita satu tahun lalu? Saat
takdir menuntun langkah kecil kita menuju satu titik yang biasa tanpa
kesan. Kamu yang manis, terduduk sendiri diatas motor hitam, dibawah
pohon rindang, tepat dibelokan sebrang jalan. Dari kejauhan aku
memperhatikanmu. Memperhatikan diammu yang mempesonaku. Memperhatikan
tangan yang memegang lembut ponsel berwarna abumu. Aku ingin menyapamu.
Menyapa pria cerdas yang dalam diamnya menyita perhatianku.
Yayaya! Terkadang menjadi seorang pengagum sepertiku lebih baik
daripada harus menyampaikannya. Dan aku mengagumimu dalam diamku.
Siapa yang tidak mengenal kamu? Mahasiswa teladan yang menjadi
anggota Badan Eksekutif Mahasiswa. Penggagas kegiatan sosial donor
darah. Dan sang jurnalis mading kampus yang selalu dinantikan
informasinya setiap hari senin.
Mereka pasti mengenalmu, begitu juga aku.
Diluar apa yang mereka ketahui secara umum tentang kamu. Aku justru
memiliki pengetahuan khusus akan dirimu. Kamu adalah sang kreator musik
dalam band yang diberi nama Azzure. Bassist dan juga vokalis yang
menyanyi lagu Yogyakarta-nya Kla Project, yang terlihat seksi saat
pentas Inagurasi. Pecinta karya-karya Kahlil Gibran. Dan sang brilian
yang memiliki hobi photografi.
Apa yang tidak kuketahui tentang kamu. Semua yang ada dalam diri
kamu, menjadi lukisan berwarna paling indah saat aku memikirkanmu. Hal
terkecil tentangmu, begitu besar dimataku. Karena memang aku pengagum
rahasiamu.
Aku sempat berharap, kamu akan memandangku suatu hari nanti.
Menyapaku dikala sepi menemani. Atau saling bercerita tentang mimpi kita
yang berbeda. Dan memang itu hanya harapanku, bukan harapanmu.
Aku senang bercerita tentang cinta. Dan menceritakannya lewat
tulisan yang tak bermakna. Dan menggambarkan kamu dalam tulisanku,
merupakan hal absurd yang menggelikan namun indah. Entah sudah berapa
tulisan yang sengaja kukirim untuk memenuhi madingmu. Untuk membantu
tugasmu sebagai Pimred mading dengan caraku. Karena tanpa kamu sadari,
apa yang kutulis adalah tentang kamu. Apa yang kusebut 'dia' dalam
ceritaku adalah kamu dan keindahannya.
Aku memang seorang penulis. Penulis amatiran yang menjadikan kamu
sebagai objeknya. Alasanku menulis hanya satu. Agar aku bisa menatap
wajahmu lebih lama. Karena ketika kuberikan karyaku padamu diruang
pimred itu, secara nyata kita berinteraksi dengan normal. Tak apa, aku
tak butuh banyak komunikasi. Karena sekali lagi kukatakan, menjadi
pemujamu saja sudah cukup bagiku.
Bulan kedua ditahun lalu, menjadi saksi bisu sapaan pertamamu
untukku. Sapaan yang meluncur di ruang perpustakaan kampus. Aku
tergelagap. Aku terkesiap. Benarkah apa yang kudengar? Aku kah yang kamu
sapa? Aku pastikan semuanya dengan menoleh ke kanan kiri. Berusaha
meyakinkan diri jika yang kamu sapa adalah benar aku. Mendadak mukaku
merah. Hatiku berdetak tiga kali dari biasanya. Masih dalam balutan
ketidakpercayaan, memang aku yang kamu sapa.
Tak kusangka, ternyata diam-diam kamu adalah penikmat karyaku. Orang
setia yang dengan sengaja mengunjungi blog-ku. Sungguh, sulit untuk
diterjemahkan bagaimana rasa kebahagiaan yang kualami saat obrolan
denganmu terjadi.
Kamu pemilik wajah arab, berkulit putih, bermata belo dan berhidung
mancung, tak kusangka ternyata penyuka lagu-lagu KLa Project, sama
seperti aku. Pemikir yang sama-sama idealis, realistis, dan juga
melankolis.
Kesamaan itulah yang membuat kita semakin dekat. Dan berakhir dalam ikatan yang kita sebut Cinta.
Kamulah malaikat manis itu. Sungguh tak kusangka kekagumanku dalam diamku, menarik perhatianmu yang mengagumiku dalam diammu.
Terima kasih malaikat manisku, jadilah pengisi celah kosong dalam sela jari-jariku.
With Love for You :')
@AchyNova
No comments:
Post a Comment