Maafkan aku sayang, terkadang aku merasakan kejenuhan
menjalaninya. Saat kamu dan aku tak dipersatukan jarak. Aku masih
memompa semangat, tetap berpikir jarak hanya itungan angka, tapi
terkadang aku pun butuh kamu disini. Aku butuh tanganmu dalam
genggamanku. Aku butuh kamu untuk menenangkanku, bukan hanya suara
diujung telpon saja. Aku butuh ucapan cinta yang nyata keluar dari
bibirmu, bukan sekumpulan huruf saja yang terangkai melalui pesan
singkat yang mampir di inbox-ku.
Sayang, sungguh.. Aku mulai bosan dengan ke-anomali-an hubungan
kita. Meskipun aku tahu, bukan hanya kita yang seperti ini. Tapi aku
sungguh-sungguh ingin hubungan yang tak dipisahkan jarak. Aku ingin kamu
disini.
Menyakitkan rasanya sayang, ketika kamu di Yogya dan aku di Bogor.
Ketika kamu seorang Mahasiswa fakultas Hukum UGM, dan aku Mahasiswi
fakultas Ekologi Manusia IPB yang mendominasikan pilihan pada program
studi Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Ketika kita harus
bertemu di belahan bumi Indonesia yang disebut Depok.
Meski skype, twitter, facebook dan yahoo messenger membantu
memperpendek jarak kita, tapi aku masih tetap merasa ingin kamu. Sama
seperti saat SMA kita, seperti saat kita berdua berjuang mengikuti jalur
PMDK.
Ah.. Sayang, hujan di Bogor begitu lebat hari ini, udaranya begitu
menusuk dan dinginnya terasa sampai ke tulang. Bahkan yang lebih
menyedihkan lagi hari ini, aku terserang flu, dan kamu tak disini untuk
merawatku.
Sayang, haruskah aku menyerah dengan semua ini? Tidak! Tidak! Jika
aku saja merasa bosan, bagaimana dengan kamu? Kita pasti merasakan hal
yang sama. Tapi kamu masih berdiam dan bertahan sampai sekarang.
Maafkan aku sayang, aku berjanji tak akan mengatakan ini lagi. Aku janji, akan tetap bertahan dengan jarak ini.
Untuk kamu, matahari dari Depok.
Mahasiswa fakultas Hukum.
Bintang...
With Love for You
@AchyNova
310313
No comments:
Post a Comment