Tuhan, aku butuh pelukanMu
Selamat siang Tuhan, bagaimana kabar surga hari ini? Kuharap surga masih memancarkan sinar terangnya ya. Tuhan, apakah di surga sana mendung selalu terjadi? Sama seperti dibumi ini? Entahlah, hanya Engkau yang tahu itu.
Aku ingin berbincang lagi denganMu. Maaf, jika aku selalu mengganggumu kala sedih menyapaku.
Masih tentang dia, Tuhan. Seseorang yang masih saja terus kuperbincangan dalam waktu yang sepanjang dan selama ini. Seseorang yang dengan setia kupeluk dalam doa dan kusebut kala tanganku menengadah padaMu.
Aku rasa, sekarang saatnya kulepaskan pelukan doaku untuknya. Walau sebenarnya aku tahu, seharusnya dari dulu aku melepaskannya. Dia sudah meretas banyak kebahagiaan bersama kekasihnya. Rasanya tak mungkin, aku memaksa masuk demi mendapatkannya. Biarkan saja, semua terjadi karena kehendakmu. Kehendak yang tak mampu kusangkalkan dalam kelemahanku.
Maafkan aku Tuhan, aku sering lupa berterima kasih padaMu. Padahal Engkau memelukku dalam pelukan terhangat yang mendamaikan. Aku begitu tak peka dengan kasih sayangMu. Padahal, Engkau selalu siap sedia merentangkan tanganMu dan segera merangkulku, ketika air mata mulai membelai manja pipiku.
Perkara doaku tentang dia, aku tahu telingaMu begitu setia mendengar celotehanku menyebut namanya. Engkau bahkan tersenyum menyaksikan namanya keluar berhamburan dari mulutku. Engkau membelaiku dan mempertemukanku dengan dia, meski dalam mimpiku. Engkau menjadikanku gadis anggun, yang selalu berharap dia bisa memandangku.
Mungkin aku belum menjadikan diriku sendiri pantas untuknya. Sehingga, Engkau berikan dia pada wanita lain, bukan aku. Tak apa Tuhan, aku tahu, dia belum pantas untukku. Dia bukan yang terbaik bagiku. Pastinya Engkau telah mempersiapkan makhluk manis melebihi dia. Bisa jadi, dia yang Kau persiapkan bagiku di masa depan adalah dia yang tutur katanya lebih halus darinya. Adalah dia yang dengan setia menyebut namaku dalam doanya. Adalah dia yang mempertaruhkan raganya demi melindungiku agar tak terluka. Dia yang lebih sempurna segalanya darinya. Dia yang menjadikanku nomor satu dalam hidupnya. Dia yang hingga pada akhirnya meminangku pada ayah ibuku.
Tak apa, Tuhan. Perhalus hatiku untuk menerima keputusanMu. Jangan biarkan bibirku mengumpat bahkan sampai memaki takdirMu.
Sadarkan aku, dia bukan jodohku?
Tuhan maafkan atas kelalaianku padaMu.
Maafkan atas kelupaanku bersyukur dan berterima kasih padaMu.
Tuhan...
Terima kasih telah mengizinkan aku sempat mengenalnya.
Terima kasih telah menjadikan aku pribadi yang mereguk 3 jam kebahagiaan bersamanya.
Terima kasih...
Aku butuh pelukan hangatMu, jangan biarkan aku menggigil menghadapi dinginnya dunia ini sendirian.
With love for you :')
@AchyNova
Selamat siang Tuhan, bagaimana kabar surga hari ini? Kuharap surga masih memancarkan sinar terangnya ya. Tuhan, apakah di surga sana mendung selalu terjadi? Sama seperti dibumi ini? Entahlah, hanya Engkau yang tahu itu.
Aku ingin berbincang lagi denganMu. Maaf, jika aku selalu mengganggumu kala sedih menyapaku.
Masih tentang dia, Tuhan. Seseorang yang masih saja terus kuperbincangan dalam waktu yang sepanjang dan selama ini. Seseorang yang dengan setia kupeluk dalam doa dan kusebut kala tanganku menengadah padaMu.
Aku rasa, sekarang saatnya kulepaskan pelukan doaku untuknya. Walau sebenarnya aku tahu, seharusnya dari dulu aku melepaskannya. Dia sudah meretas banyak kebahagiaan bersama kekasihnya. Rasanya tak mungkin, aku memaksa masuk demi mendapatkannya. Biarkan saja, semua terjadi karena kehendakmu. Kehendak yang tak mampu kusangkalkan dalam kelemahanku.
Maafkan aku Tuhan, aku sering lupa berterima kasih padaMu. Padahal Engkau memelukku dalam pelukan terhangat yang mendamaikan. Aku begitu tak peka dengan kasih sayangMu. Padahal, Engkau selalu siap sedia merentangkan tanganMu dan segera merangkulku, ketika air mata mulai membelai manja pipiku.
Perkara doaku tentang dia, aku tahu telingaMu begitu setia mendengar celotehanku menyebut namanya. Engkau bahkan tersenyum menyaksikan namanya keluar berhamburan dari mulutku. Engkau membelaiku dan mempertemukanku dengan dia, meski dalam mimpiku. Engkau menjadikanku gadis anggun, yang selalu berharap dia bisa memandangku.
Mungkin aku belum menjadikan diriku sendiri pantas untuknya. Sehingga, Engkau berikan dia pada wanita lain, bukan aku. Tak apa Tuhan, aku tahu, dia belum pantas untukku. Dia bukan yang terbaik bagiku. Pastinya Engkau telah mempersiapkan makhluk manis melebihi dia. Bisa jadi, dia yang Kau persiapkan bagiku di masa depan adalah dia yang tutur katanya lebih halus darinya. Adalah dia yang dengan setia menyebut namaku dalam doanya. Adalah dia yang mempertaruhkan raganya demi melindungiku agar tak terluka. Dia yang lebih sempurna segalanya darinya. Dia yang menjadikanku nomor satu dalam hidupnya. Dia yang hingga pada akhirnya meminangku pada ayah ibuku.
Tak apa, Tuhan. Perhalus hatiku untuk menerima keputusanMu. Jangan biarkan bibirku mengumpat bahkan sampai memaki takdirMu.
Sadarkan aku, dia bukan jodohku?
Tuhan maafkan atas kelalaianku padaMu.
Maafkan atas kelupaanku bersyukur dan berterima kasih padaMu.
Tuhan...
Terima kasih telah mengizinkan aku sempat mengenalnya.
Terima kasih telah menjadikan aku pribadi yang mereguk 3 jam kebahagiaan bersamanya.
Terima kasih...
Aku butuh pelukan hangatMu, jangan biarkan aku menggigil menghadapi dinginnya dunia ini sendirian.
With love for you :')
@AchyNova
follow twitter: @AchyNova
No comments:
Post a Comment