Sunday, April 14, 2013

Aku, Kamu dan Tuan Muda Itu!!

Setelah kepergianmu, ada dimensi yang berbeda masuk dalam kehidupanku. Terkadang, aku perlu menerka hal luar biasa apa (lagi) yang akan menjadi temanku.

Aku benci mengatakan ini, tapi, harus kuakui aku bahagia dengan kesendirian. Aku menikmati pertemananku dengan kesepian. Aku berubah menjadi manusia plegmatis yang menyebalkan.

Tiga hari aku berteman dengan kesendirian. Bersahabat akrab dengan kenangan. Tak banyak yang aku lakukan; tepatnya tak ingin aku lakukan. Aku abaikan semua rasa khawatir mereka, aku bukan inginkan mereka, aku hanya ingin sendiri.

Banyak dari mereka memberikan petuah-petuah dahsyat, menyuruhku bangkit dan mencoba berdiri lagi. Tapi, indra perasaku dalam hal ini hati tengah tuli akan celotehan mereka. Sungguh, aku hanya ingin mereka diam, bukan memberiku omongan besar.

Sesungguhnya aku tahu, semua karena Izin Tuhan. Ia mengizinkan aku tersakiti, agar aku bisa menguatkan orang lain ketika tersakiti. Ia megizinkan aku menangis, agar aku bisa menghapuskan air mata orang lain saat bersedih. Dan aku hanya sedang berproses menjadi pribadi yang kuat dan dewasa.

Tiba-tiba aku merasa ditarik kembali menuju kenangan terpahit yang tengah kuhapus paksa. Aku bertemu dengan sosok muda yang seluruhnya ia seperti penjelmaan kamu. Tuan muda itu menarik aku pada masa lalu.
Masa dimana hanya ada aku dan kamu. Masa dimana aku bisa melihat raut wajahmu saat
bercanda denganku. Sungguh, tuan muda itu penjelmaan kamu.

Perbincangan aku dan dia mengalir begitu lancar. Seperti kita sudah saling mengenal lama. Namun tiba-tiba aku terhenyak, alis mata, hidung, bahkan senyumnya sungguh seperti kamu. Seharusnya aku tak seperti itu, tak boleh mengaitkan segala sesuatu padamu. Kamu dan Tuan muda itu adalah 2 pribadi yang berbeda. 2 senyawa yang tak mungkin dileburkan hanya dengan kemiripan saja.

Aku, kamu, dan Tuan muda pada akhirnya memiliki kisahnya sendiri.

With Love for You :')

@AchyNova
030413

No comments:

Post a Comment