Saturday, January 17, 2015

Day 19 : Demi Tuhan, aku mencintai putramu, Ibu.

Hai, ibu kekasihku.

Perkenalkanlah, aku gadis yang dicintai putramu.. Gadis sederhana yang tak lebih cantik dari sebagian wanita lain di belahan bumi ini. Aku hanya gadis sederhana yang hanya tahu menempatkan diri pada posisi diri sebagai kekasih saja.

Ibu, pada pandangan pertama saja aku jatuh cinta pada putra bungsumu. Di pelataran parkir kampus mataku tak sengaja melihat sosok pria tegap mengenakan kaos putih tas berwarna kuning hitam, dia ternyata putramu, ibu. Pria yang pada kesempatan yang tak pernah kubayangkan akhirnya bersamaku membelah bumi Bandung dengan motor hitam yang diberi julukan satria baja hitam..

Ibu, dengannya aku sungguh bahagia. Putra bungsumu itu begitu sopan dan menggemaskan. Tutur katanya begitu halus, dan berbudi pekerti luhur. Senyumnya sungguh memukau dan membuatku terpesona berulang kali. Rasanya pantaslah dia begitu ku kagumi. Aku mendambanya. Aku jatuh cinta padanya.

Ibu, Tuhan begitu baik padaku. Bukan hanya Ia mengizinkan aku bersamanya. Tuhan juga mengizinkan mataku menyaksikan kala dia menjadi imam pada pertemuan petangku. Suaranya begitu lirih terdengar kala dia mengumandangkan surat al-fatihah. Aku tergetar hebat, bahkan ketika ucapan "aamiin" menggema menyambut akhir bacaan al-fatihah-nya. Seusai sholat pun, aku masih dengan jelas melihat punggungnya, begitu khusyuk dia menengadahkan tangan. Oh, Tuhan, aku sungguh jatuh cinta padanya.

Ibu, kau pasti bangga padanya, sama sepertiku, putramu bukan hanya terlihat cerdas, tapi harus kuakui dia memang cerdas. Memiliki IPK dengan predikat cum laude, akhirnya aku dan dia dipersandingkan jua di wisuda akbar. Kala itu-lah, kau akhirnya tahu siapa aku - kekasih putra kesayanganmu.

Ibu, terima kasih, akhirnya aku merasakan kelembutan tanganmu. Kau begitu baik ketika mengatakan "kau cantik sekali, nak.", sambil membelai lembut pipiku. Ah, itu membuatku bangga bisa diterima baik oleh ibu kekasihku. Rasanya, jutaan kupu-kupu sedang beterbangan mengitariku.

Ibu, demi Tuhan, aku mencintai putramu, dan aku pun sangat amat menyayangimu.

Astrie Nova Akbar

No comments:

Post a Comment