Friday, January 30, 2015

Day 2 : Untuk hati ; bersabarlah sejenak

Teruntuk
Yang terkasih;
Hati

Dear hati,

Bagaimana kabar kamu di dalam dada? Tempat segala tumpuan beban dan bahagia kucurahkan. Aku rasa kau sudah jengah. Disana, aku yakin kau berdesakkan bersama semua beban yang belum mampu kukeluarkan. Barangkali ada rasa lelah kala kau melihat betapa pekatnya warna masalah yang menghimpit denyutmu.

Hati,

Pahamilah sejenak, sebagai manusia aku memang tak luput dari berbagai persoalan yang selalu dan selalu berakhir menyakitimu. Demi Tuhan, andai aku mampu, tak sedikitpun kuinginkan kau menanggung luka atas sakitku. Tapi apa kuasaku, aku dan kau sudah disiapkan Tuhan sepaket. Tak bisa dipisahkan. Jika aku terluka, kau pun pasti merasa, juga sebaliknya.

Hati,

Bersabarlah sejenak saja, aku berjanji hal-hal yang menghimpitmu akan kuselesaikan segera. Apa saja yang membuatmu berdarah akan kuenyahkan secepatnya. Aku pastikan hal yang membuat kita harus menangis, akan segera tersingkirkan. Mendung itu akan kurubah jadi pelangi, bersabarlah barang sejenak saja.

Hati,

Pada saatnya, Tuhan akan menyembuhkan kita. Obat terbaik bagiku juga kamu adalah waktu. Kau yang berdarah akan segera sembuh. Aku yang terluka akan segera tersenyum. Kita akan baik-baik saja, karena kita kuat, maka kita pasti akan bahagia.

Hati,

Untuk kesabaranmu yang luar biasa selama ini, aku bangga. Penghargaan terbaik dariku untukmu. Percayalah, kebahagiaan terbaik sudah dikemas Tuhan. Jadi, mari kita bersabar bersama.

Dari aku,

Ragamu
@novelisnova

No comments:

Post a Comment