Saturday, September 6, 2014

Selamat satu tahun untuk pertemuan ketiga kita

8 September 2014,

Tak terasa sudah satu tahun kita melalui pertemuan ketiga kita di delapan September dua ribu tiga belas. Semuanya masih terekam jelas dikepalaku bagaimana pertemuan tahun lalu berhasil membuatku jatuh cinta pertama kalinya padamu.

Tahun lalu, dengan gagah kau menjemputku di rumah teman yang keluarganya sudah kuanggap keluargaku sendiri. Saat itu hujan turun, dia seperti mempermainkan perasaanku yang sebenarnya tengah ketar-ketir menunggu kedatanganmu. Beberapa kali aku memperhatikan jam yang berputar, menunggu kabar darimu yang saat itu barangkali sedang berteduh di bawah rintik hujan. Sambil membenahi tatanan rambutku, aku terus memperhatikan layar ponsel yang sedang tergeletak manis didepanku. Berharap ada satu pesan masuk darimu.

"Hujan, aku berteduh dulu ya sampai kira-kira bisa meluncur kesana."

"Iya, gak apa-apa, tapi jadi, kan?" Balasku kemudian.

"Jadi, sekarang aku kesana, ya."

"Oke."

Kurang lebih seperti itu percakapan kita melalui pesan singkat. Aku sedikit tenang, karena perasaan waswas itu bisa berkurang setelah mengetahui kau sedang meluncur menjemputku.

Benar saja, tak berapa lama kau menghubungiku dan mengatakan kau sudah berada di depan. Segera saja aku bangkit membenahi beberapa hal yang bisa kubenahi dan segera menemuimu.

Kulihat, di depan sedang duduk seorang pria ber-helm full face di atas motornya, sembari memegang ponsel putih di tangannya. Segera saja kuhampiri pria itu (baca: kamu) dan mengajak untuk masuk sejenak ke rumah temanku.

Tak beberapa lama, kita memutuskan untuk pergi menuju kedai ramen. Sebuah kedai ramen favorit warga Bandung yang diperlukan kesabaran bagi kita untuk akhirnya bisa mendapatkan tempat duduk. Dengan antrian yang sebanyak dan selama itu, kita bersabar, menunggu dengan harap cemas namamu di panggil. Sepanjang menunggu aku dan kamu saling bercerita. Bagaimana dengan antusiasnya kau bercerita padaku, kau sedang mengagumi dokter yang berbeda keyakinan denganmu. Tak banyak yang aku komentari, selain hanya berupa anggukan kecil dan senyum tanda aku mendengarkanmu dengan baik. Aku memang tak terlalu banyak bercerita padamu, karena posisiku saat itu aku baru saja mengalami kehancuran dalam kisah cintaku. Sedangkan aku termasuk perempuan yang tak terlalu suka menceritakan luka pada siapa pun termasuk kamu.

Namamu pun di panggil juga, setelah perjuangan panjang kita yang menunggu hampir satu jam. Kita pun duduk berdampingan dan mulai memilih menu, satu ramen all star dan jus durian sudah kamu pesan, sedangkan aku memilih ramen dengan topping sosis brockwurst dan fresh lemon. Percaya atau tidak, aku masih merekam semuanya dengan jelas hingga saat ini.

Seharusnya semua yang terjadi saat itu tak harus aku ingat. Tapi, entah kenapa aku begitu menyukai semuanya. Bahkan mungkin ketika tanpa sadar di tanggal delapan inilah aku mulai jatuh cinta padamu. Jatuh cinta pada sosok pria manis yang berhasil membuatku mengaguminya diam-diam.

Aku tahu, saat itu kamu belum jatuh cinta padaku. Sosokku belum bisa menjadi pengobat atau bahkan pengganti sosok yang saat itu barangkali kaucintai. Ah, tak apa bagiku sudah bisa menjadi temanmu pun itu sudah cukup.

Kau tahu, saat pertama kali kau menanyakan apakah aku merasa dingin, saat itu tanpa sadar rasa suka padamu baru tumbuh. Meski mungkin tawaran jaketmu tak lebih dari sekedar basa basi dan penghargaan tinggimu pada seorang wanita. Bagiku, tawaran itu sudah menunjukkan kau adalah pria baik.

Sayang, saat menulis ini banyak hal yang aku kenang, termasuk simpul senyum yang manis. Kau tak pernah tahu, aku sangat ingin memeluk tubuhmu. Tapi sebagai perempuan, aku pun tahu bagaimana menjaga kehormatanku yang bukan kekasihmu.

Kini, semua yang sempat kumimpikan setahun lalu sudah terwujud. Aku bisa memelukmu dengan hangat. Menyelipkan jari jemarika pada celah jemarimu. Menggenggam tanganmu dengan rasa cinta. Dan berjalan bersamamu sebagai kekasihmu.

Selamat satu tahun pertemuan kita yang ketiga, sayang. Semoga akan ada tahun-tahun kedepannya yang lebih indah dari tahun ini.

With love for you ;)

@AchyNova

No comments:

Post a Comment