Sunday, April 14, 2013

Malaikat Paling Manis Untukku ; kamu!!

Kamu malaikat manis itu...

Ingatkah kamu saat pertemuan termanis kita satu tahun lalu? Saat takdir menuntun langkah kecil kita menuju satu titik yang biasa tanpa kesan. Kamu yang manis, terduduk sendiri diatas motor hitam, dibawah pohon rindang, tepat dibelokan sebrang jalan. Dari kejauhan aku memperhatikanmu. Memperhatikan diammu yang mempesonaku. Memperhatikan tangan yang memegang lembut ponsel berwarna abumu. Aku ingin menyapamu. Menyapa pria cerdas yang dalam diamnya menyita perhatianku.

Yayaya! Terkadang menjadi seorang pengagum sepertiku lebih baik daripada harus menyampaikannya. Dan aku mengagumimu dalam diamku.

Siapa yang tidak mengenal kamu? Mahasiswa teladan yang menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa. Penggagas kegiatan sosial donor darah. Dan sang jurnalis mading kampus yang selalu dinantikan informasinya setiap hari senin.
Mereka pasti mengenalmu, begitu juga aku.

Diluar apa yang mereka ketahui secara umum tentang kamu. Aku justru memiliki pengetahuan khusus akan dirimu. Kamu adalah sang kreator musik dalam band yang diberi nama Azzure. Bassist dan juga vokalis yang menyanyi lagu Yogyakarta-nya Kla Project, yang terlihat seksi saat pentas Inagurasi. Pecinta karya-karya Kahlil Gibran. Dan sang brilian yang memiliki hobi photografi.

Apa yang tidak kuketahui tentang kamu. Semua yang ada dalam diri kamu, menjadi lukisan berwarna paling indah saat aku memikirkanmu. Hal terkecil tentangmu, begitu besar dimataku. Karena memang aku pengagum rahasiamu.

Aku sempat berharap, kamu akan memandangku suatu hari nanti. Menyapaku dikala sepi menemani. Atau saling bercerita tentang mimpi kita yang berbeda. Dan memang itu hanya harapanku, bukan harapanmu.

Aku senang bercerita tentang cinta. Dan menceritakannya lewat tulisan yang tak bermakna. Dan menggambarkan kamu dalam tulisanku, merupakan hal absurd yang menggelikan namun indah. Entah sudah berapa tulisan yang sengaja kukirim untuk memenuhi madingmu. Untuk membantu tugasmu sebagai Pimred mading dengan caraku. Karena tanpa kamu sadari, apa yang kutulis adalah tentang kamu. Apa yang kusebut 'dia' dalam ceritaku adalah kamu dan keindahannya.

Aku memang seorang penulis. Penulis amatiran yang menjadikan kamu sebagai objeknya. Alasanku menulis hanya satu. Agar aku bisa menatap wajahmu lebih lama. Karena ketika kuberikan karyaku padamu diruang pimred itu, secara nyata kita berinteraksi dengan normal. Tak apa, aku tak butuh banyak komunikasi. Karena sekali lagi kukatakan, menjadi pemujamu saja sudah cukup bagiku.

Bulan kedua ditahun lalu, menjadi saksi bisu sapaan pertamamu untukku. Sapaan yang meluncur di ruang perpustakaan kampus. Aku tergelagap. Aku terkesiap. Benarkah apa yang kudengar? Aku kah yang kamu sapa? Aku pastikan semuanya dengan menoleh ke kanan kiri. Berusaha meyakinkan diri jika yang kamu sapa adalah benar aku. Mendadak mukaku merah. Hatiku berdetak tiga kali dari biasanya. Masih dalam balutan ketidakpercayaan, memang aku yang kamu sapa.

Tak kusangka, ternyata diam-diam kamu adalah penikmat karyaku. Orang setia yang dengan sengaja mengunjungi blog-ku. Sungguh, sulit untuk diterjemahkan bagaimana rasa kebahagiaan yang kualami saat obrolan denganmu terjadi.

Kamu pemilik wajah arab, berkulit putih, bermata belo dan berhidung mancung, tak kusangka ternyata penyuka lagu-lagu KLa Project, sama seperti aku. Pemikir yang sama-sama idealis, realistis, dan juga melankolis.

Kesamaan itulah yang membuat kita semakin dekat. Dan berakhir dalam ikatan yang kita sebut Cinta.

Kamulah malaikat manis itu. Sungguh tak kusangka kekagumanku dalam diamku, menarik perhatianmu yang mengagumiku dalam diammu.

Terima kasih malaikat manisku, jadilah pengisi celah kosong dalam sela jari-jariku.


With Love for You :')

@AchyNova

Aku, Kamu dan Tuan Muda Itu!!

Setelah kepergianmu, ada dimensi yang berbeda masuk dalam kehidupanku. Terkadang, aku perlu menerka hal luar biasa apa (lagi) yang akan menjadi temanku.

Aku benci mengatakan ini, tapi, harus kuakui aku bahagia dengan kesendirian. Aku menikmati pertemananku dengan kesepian. Aku berubah menjadi manusia plegmatis yang menyebalkan.

Tiga hari aku berteman dengan kesendirian. Bersahabat akrab dengan kenangan. Tak banyak yang aku lakukan; tepatnya tak ingin aku lakukan. Aku abaikan semua rasa khawatir mereka, aku bukan inginkan mereka, aku hanya ingin sendiri.

Banyak dari mereka memberikan petuah-petuah dahsyat, menyuruhku bangkit dan mencoba berdiri lagi. Tapi, indra perasaku dalam hal ini hati tengah tuli akan celotehan mereka. Sungguh, aku hanya ingin mereka diam, bukan memberiku omongan besar.

Sesungguhnya aku tahu, semua karena Izin Tuhan. Ia mengizinkan aku tersakiti, agar aku bisa menguatkan orang lain ketika tersakiti. Ia megizinkan aku menangis, agar aku bisa menghapuskan air mata orang lain saat bersedih. Dan aku hanya sedang berproses menjadi pribadi yang kuat dan dewasa.

Tiba-tiba aku merasa ditarik kembali menuju kenangan terpahit yang tengah kuhapus paksa. Aku bertemu dengan sosok muda yang seluruhnya ia seperti penjelmaan kamu. Tuan muda itu menarik aku pada masa lalu.
Masa dimana hanya ada aku dan kamu. Masa dimana aku bisa melihat raut wajahmu saat
bercanda denganku. Sungguh, tuan muda itu penjelmaan kamu.

Perbincangan aku dan dia mengalir begitu lancar. Seperti kita sudah saling mengenal lama. Namun tiba-tiba aku terhenyak, alis mata, hidung, bahkan senyumnya sungguh seperti kamu. Seharusnya aku tak seperti itu, tak boleh mengaitkan segala sesuatu padamu. Kamu dan Tuan muda itu adalah 2 pribadi yang berbeda. 2 senyawa yang tak mungkin dileburkan hanya dengan kemiripan saja.

Aku, kamu, dan Tuan muda pada akhirnya memiliki kisahnya sendiri.

With Love for You :')

@AchyNova
030413

Jarak Ini Membuatku Mulai Bosan!!

Maafkan aku sayang, terkadang aku merasakan kejenuhan menjalaninya. Saat kamu dan aku tak dipersatukan jarak. Aku masih memompa semangat, tetap berpikir jarak hanya itungan angka, tapi terkadang aku pun butuh kamu disini. Aku butuh tanganmu dalam genggamanku. Aku butuh kamu untuk menenangkanku, bukan hanya suara diujung telpon saja. Aku butuh ucapan cinta yang nyata keluar dari bibirmu, bukan sekumpulan huruf saja yang terangkai melalui pesan singkat yang mampir di inbox-ku.

Sayang, sungguh.. Aku mulai bosan dengan ke-anomali-an hubungan kita. Meskipun aku tahu, bukan hanya kita yang seperti ini. Tapi aku sungguh-sungguh ingin hubungan yang tak dipisahkan jarak. Aku ingin kamu disini.

Menyakitkan rasanya sayang, ketika kamu di Yogya dan aku di Bogor. Ketika kamu seorang Mahasiswa fakultas Hukum UGM, dan aku Mahasiswi fakultas Ekologi Manusia IPB yang mendominasikan pilihan pada program studi Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Ketika kita harus bertemu di belahan bumi Indonesia yang disebut Depok.

Meski skype, twitter, facebook dan yahoo messenger membantu memperpendek jarak kita, tapi aku masih tetap merasa ingin kamu. Sama seperti saat SMA kita, seperti saat kita berdua berjuang mengikuti jalur PMDK.

Ah.. Sayang, hujan di Bogor begitu lebat hari ini, udaranya begitu menusuk dan dinginnya terasa sampai ke tulang. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi hari ini, aku terserang flu, dan kamu tak disini untuk merawatku.

Sayang, haruskah aku menyerah dengan semua ini? Tidak! Tidak! Jika aku saja merasa bosan, bagaimana dengan kamu? Kita pasti merasakan hal yang sama. Tapi kamu masih berdiam dan bertahan sampai sekarang.

Maafkan aku sayang, aku berjanji tak akan mengatakan ini lagi. Aku janji, akan tetap bertahan dengan jarak ini.

Untuk kamu, matahari dari Depok.
Mahasiswa fakultas Hukum.
Bintang...


With Love for You

@AchyNova
310313

Tuhan, aku butuh pelukanMu.

Tuhan, aku butuh pelukanMu

Selamat siang Tuhan, bagaimana kabar surga hari ini? Kuharap surga masih memancarkan sinar terangnya ya. Tuhan, apakah di surga sana mendung selalu terjadi? Sama seperti dibumi ini? Entahlah, hanya Engkau yang tahu itu.

Aku ingin berbincang lagi denganMu. Maaf, jika aku selalu mengganggumu kala sedih menyapaku.

Masih tentang dia, Tuhan. Seseorang yang masih saja terus kuperbincangan dalam waktu yang sepanjang dan selama ini. Seseorang yang dengan setia kupeluk dalam doa dan kusebut kala tanganku menengadah padaMu.

Aku rasa, sekarang saatnya kulepaskan pelukan doaku untuknya. Walau sebenarnya aku tahu, seharusnya dari dulu aku melepaskannya. Dia sudah meretas banyak kebahagiaan bersama kekasihnya. Rasanya tak mungkin, aku memaksa masuk demi mendapatkannya. Biarkan saja, semua terjadi karena kehendakmu. Kehendak yang tak mampu kusangkalkan dalam kelemahanku.

Maafkan aku Tuhan, aku sering lupa berterima kasih padaMu. Padahal Engkau memelukku dalam pelukan terhangat yang mendamaikan. Aku begitu tak peka dengan kasih sayangMu. Padahal, Engkau selalu siap sedia merentangkan tanganMu dan segera merangkulku, ketika air mata mulai membelai manja pipiku.

Perkara doaku tentang dia, aku tahu telingaMu begitu setia mendengar celotehanku menyebut namanya. Engkau bahkan tersenyum menyaksikan namanya keluar berhamburan dari mulutku. Engkau membelaiku dan mempertemukanku dengan dia, meski dalam mimpiku. Engkau menjadikanku gadis anggun, yang selalu berharap dia bisa memandangku.

Mungkin aku belum menjadikan diriku sendiri pantas untuknya. Sehingga, Engkau berikan dia pada wanita lain, bukan aku. Tak apa Tuhan, aku tahu, dia belum pantas untukku. Dia bukan yang terbaik bagiku. Pastinya Engkau telah mempersiapkan makhluk manis melebihi dia. Bisa jadi, dia yang Kau persiapkan bagiku di masa depan adalah dia yang tutur katanya lebih halus darinya. Adalah dia yang dengan setia menyebut namaku dalam doanya. Adalah dia yang mempertaruhkan raganya demi melindungiku agar tak terluka. Dia yang lebih sempurna segalanya darinya. Dia yang menjadikanku nomor satu dalam hidupnya. Dia yang hingga pada akhirnya meminangku pada ayah ibuku.

Tak apa, Tuhan. Perhalus hatiku untuk menerima keputusanMu. Jangan biarkan bibirku mengumpat bahkan sampai memaki takdirMu.

Sadarkan aku, dia bukan jodohku?

Tuhan maafkan atas kelalaianku padaMu.
Maafkan atas kelupaanku bersyukur dan berterima kasih padaMu.

Tuhan...
Terima kasih telah mengizinkan aku sempat mengenalnya.
Terima kasih telah menjadikan aku pribadi yang mereguk 3 jam kebahagiaan bersamanya.
Terima kasih...

Aku butuh pelukan hangatMu, jangan biarkan aku menggigil menghadapi dinginnya dunia ini sendirian.

With love for you :')

@AchyNova 

follow twitter: @AchyNova