Saturday, March 19, 2016

Sembilan Belas Yang Pertama

Dear Sweetheart,

Ini adalah sembilan belas yang pertama untuk hubungan kita. Masih dengan kesabaran yang harus dipupuk demi melewati jarak puluhan ribu kilo meter. Aku harap Tuhan memberi kesabaran yang maha tak berbatas untuk kita. Keikhlasan yang maha luas, sehingga kita bisa tampil menjadi pemenang.

Sayang, setiap hari aku selalu merindukanmu. Hubungan ini begitu menguras hati dan air mata. Bagaimana tidak, aku selalu mengkhawatirkanmu jika kamu belum memberiku kabar. Ketar ketir rasanya jika aku belum tahu tentang kamu, tentang keadaanmu.

Kau selalu bilang padaku, cara terbaik menyampaikan rindu adalah dengan doa, meski raga kita tak bersama, ada doa-doa yang kita panjatkan setiap harinya, cukuplah Tuhan saja yang menjaga kita, dan tugas kita hanya menjaga hati dan tetap saling mempercayai.

Sayang, aku mungkin belum memahami bagaimana cara kamu bekerja, sehingga terkadang kesibukanmu sering membuatku sedih--terlebih jika kau belum menyapaku. Namun, kau selalu mengingatkan aku untuk bersabar, kau selalu bilang bahwa aku harus bisa dewasa menghadapi kesibukan kita berdua. Pada akhirnya aku memang belajar terus memahamimu, aku meyakinkan diri bahwa kekasihku memang seorang superman bukan ordinary man. Kamu mendedikasikan hidupmu demi kesehatan orang. Dan aku harus memahami itu. Aku akan terus mendukungmu, sayang, selalu.

Kau tahu sayang, betapa bahagianya aku hari ini saat kau mengirimi aku pesan berisi kata "I love you", sungguh di sembilan belas yang pertama ini aku merasa bangga memiliki kamu dalam hidupku.

Percayalah padaku sayang, sejauh apapun jarak kita saat ini, aku selalu mencintaimu.

Kau pernah bilang padaku uhibbuki fillah,  aku pun uhibbuka fillah-- mencintaimu karena Allah.

Selamat sembilan belas yang pertama, aku mencintaimu.

Dari;  perempuan yang bahagia memiliki pria baik sepertimu.

No comments:

Post a Comment