Hai April. Masih awal untuk segera kusongsong Juli nanti. Masih harus kulewati tiga bulan kedepan dengan perasaan yang masih tak menentu. Perasaan yang semakin mengungkung aku dalam ketidak pastian.
Bey, katakanlah padaku, apa kamu sedang bermain-main dengan hatiku? Kenapa kamu seminggu belakangan ini seolah senang menjungkir balikkan perasaanku? Bila memang kamu enggan menjalani hubungan ini, kenapa kemarin kamu mengajak aku untuk mau berkomitmen? Terpaksakah kamu? Jika iya, aku mohon bertahanlah sampai Juli saja. Sampai waktu yang sudah kita sepakati untuk bertemu.
Jika di April ini kau tak bisa mencintaiku, setidaknya berpura-puralah sampai Juli kau mencintaiku. Berbuatlah seperti kau sedang sangat menyanjung aku. Tak apa jika kenyataannya tidak. Aku mohon sampai Juli saja kau bisa manis padaku. Jika setelah Juli kau masih tak mencintaiku, kau boleh pergi meninggalkanku. Aku berjanji, aku tak akan menghalangimu untuk pergi menjauh.
Bahkan, bila diperlukan, atau bila kau inginkan aku menganggap hubungan ini tak pernah ada, akan ku lakukan. Aku bersumpah padamu, aku akan menganggap semuanya tak terjadi dan kita hanya teman masa kecil saja.
Tak perlu takut, aku akan menepati janji padamu. Aku tak menuntut hal aneh padamu. Yang aku inginkan hanyalah kau bisa bekerja sama denganku menjalin komunikasi yang manis. Ketika aku bilang sayang, kau pun bisa menjawabnya dengan kata sayang. Berusahalah untuk bisa memberi umpan supaya obrolan kita tidak hambar. Apa hal itu terlalu berat untukmu? Sekali lagi hanya sampai Juli saja, Bey. Jika Juli kau masih tak bisa jatuh cinta padaku, kau boleh pergi.
AchyNova ™
06042014
No comments:
Post a Comment