Monday, May 11, 2015

Dear Pacar 3 tahunku yang manis.

Hai, kamu...

Ini adalah tahun kedua kita berpisah. Iya, aku memang sudah tidak terlalu mengingatmu. Bahkan jika saling melempat komentar di Path pun, sudah tak ada hati yang melonjak kegirangan lagi. Semua serba biasa.

Hari ini aku tak sengaja menemukan foto kita. Foto saat kamu tersenyum dan memberikan kejutan ulang tahun di tahun pertama hubungan kita. Aku merindukan senyuman itu sayang. Sungguh sempurna Tuhan menciptakanmu, meski kau bukan diperuntukkan buatku.

Kali ini pertahananku runtuh. Kukira aku tak akan lagi merasakan rindu padamu. Meski sudah 2 tahun, tapi kenangan manis bersamamu tak bisa kulupakan begitu saja. Kau begitu sabar menghadapi aku yang sangat menyebalkan. Kau membuktikan cinta memang patut diperjuangkan.

Kita sama-sama berjuang. Tiga tahun menjalani hubungan dengan jarak sangatlah tak mudah. Pikiran buruk sering menyeruak begitu saja bahkan ketika kau telat memberi kabar. Atau ketika kau bilang bahwa keadaanmu sedang tak sehat, aku sungguh merasa menjadi orang tak berguna, aku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa menangis ingin rasanya ada disana merawatmu sampai semua baik kembali. Namun dengan tenang kau bilang padaku, "tenang sayang, kelak ketika jadi istriku, perawat terbaikku sudah pasti kamu". Aku hanya tersenyum. Dalam kekalutanku kau masih bisa memahami kekhawatiranku..

Kau tahu aku adalah type wanita yang sering cemas, sehingga memberi kabar kau jadikan yang utama. Kau bahkan memahami jika sebenarnya aku ingin bertemu, tapi kau kuatkan aku dan meyakinkan di awal bulan kita akan menghabiskan waktu bersama.

Ah, sayang, apa boleh aku meminta pada Tuhan agar kau diciptakan dua? Sehingga meski aku tak dibersamakanmu, aku bisa bersama dengan yang sepertimu. Bukan maksud membandingkan, tapi kamu cukup sempurna untukku.

Oh iya, apakah menurut kamu manjaku padamu itu menyebalkan? Jika iya, terima kasih sudah mampu bertahan 3 tahun dengan kemanjaanku padamu. Semoga Tuhan selalu membahagiakan hari-harimu, pria yang kuharapkan jadi imamku.

Dari aku, perempuan 3 tahunmu.

Bandung, 1 Oktober 2015
@novelisnova