Tuhan,
Beberapa minggu ini aku sedang sangat lelah. Itu juga-lah yang menjadi penyebabku selalu menangis pada-Mu seusai ucapan akhir salamku. Kutengadahkan tangan, kurentangkan harap, kukumpulkan kekuatan untuk bercerita banyak pada-Mu..
Tuhan,
Penyebab lelahku Kau pasti tahu. Rasanya setiap hari perasaan itu selalu menghujam pertahananku. Masih ada rindu yang membabi buta padanya. Pada pria yang berhasil membuatku terluka sangat hebat. Tapi aku merindukannya, aku masih mencintainya, dan itu sungguh membuatku merasa sangat lelah.
Kala kulihat photo saat dia menunjukkan punggungnya itu., aku begitu rindu untuk bisa memeluknya lagi. Aku rindu wangi parfumnya. Aku rindu menggenggam tangannya. Aku begitu rindu bersandar di bahunya, merapatkan jemari di sela jemarinya. Berbincang hangat dengannya.. Sungguh, aku rindukan itu, Tuhan.
Tuhan,
Aku tahu, kali ini aku sedang terluka sangat dalam. Tapi, rasa-rasanya aku pun masih amat sangat mencintainya. Dia menyerah saat aku sedang memilih bertahan dan berjuang. Dia meninggalkanku saat aku teramat menyayanginya. Dia begitu jahat. Hanya mulutnya saja yang manis tapi tidak hatinya. Haruskah aku mengutuknya, agar dia tidak akan pernah berhasil menjalin hubungan dengan perempuan selain aku? Agar dia merasakan kesakitan berulang tatkala dia menjalin kasih dengan perempuan lain. Agar dia tahu rasanya menjadi aku. Haruskah kulakukan itu, Tuhan?
Tuhan,
Kali ini doaku masih sama, bukankah aku meminta bantuan dariMU, aku ingin melupakannya. Semuanya. Bahkan kali ini tegas kukatakan; aku ikhlas termasuk melupakan semua kenangan manisku bersamanya.
Batas waktu untuknya sudah berakhir. Sudah cukup direntang waktu tiga bulan ini pintu kesempatan itu masih terbuka. Tapi dia tak pernah ada. Tak menunjukkan sedikitpun penyesalannya. Lantas untuk apa aku masih membuka kesempatan bagi pria yang sama sekali tak menginginkannya. Aku sudah menyerah, Tuhan. Pintu itu kini sudah kututup, dan aku enggan membukanya lagi.
Tuhan,
Sebelum malam ini kupejamkan mataku, doaku akan tetap sama; bantu aku melupakannya.
Terima kasih.
Bandung, 16 Maret 2015.
@novelisnova.