Monday, November 10, 2014

Selamat Tanggal Sepuluh yang Ketiga

Sepuluh November dua ribu empat belas, bersamaan dengan dirayakannya hari pahlawan, bertepatan juga dengan berhasilnya kita melewati kisah ini selama tiga bulan. Aku akui menuju tiga bulan ini masih ada tangisan yang harus pecah. Aku harus menerima kenyataan ketika dua minggu kita tak bertemu. Aku yang berusaha keras untuk memahami sikapmu. Sikap yang entah kenapa kadang membuat aku menghela nafas berat, dan bertahan untuk tak menangis. Meski pada akhirnya aku akui, aku kalah juga; tangisanku.

Aku sempat hampir ingin menyerah. Tapi, aku tahu jika aku menyerah maka aku kalah. Aku sadar, kita bukanlah sedang menjalin kisah anak remaja, dimana jika merasa tak kuat memilih melepaskan dan mencari penggantinya. Aku serius menjalani semuanya. Aku tahu, dasar dari hubungan ini adalah pengertian dan kepercayaan. Dan aku yakin aku bisa. Aku tak mau menyerah, karena aku sayang dengan kamu.

Barangkali sikapmu saat itu adalah bentuk perwujudan dari kamu yang sedang merasa jenuh. Meski aku tak tahu kenapa hubungan yang baru berjalan dua bulan itu justru membuatmu jenuh. Mengetahui itu, meski sakit hati, tapi aku berusaha menerimanya. Aku coba berfikir logis, wajar adanya kamu merasa jenuh denganku. Mungkin gaya pacaran aku yang membosankan. Sehingga kamu pada akhirnya jenuh.

Lagipula pada akhirnya aku berhasil juga melewati semuanya. Aku bangga, bahwa aku bisa bertahan sejauh ini. Maaf,ya , sayang, jika aku terkadang masih merengek manja meminta waktumu. Jika aku terkadang meminta hal yang tak terlalu kau sukai. Jika aku yang masih mencemburui hal yang tidak jelas.

Terima kasih sudah mau bertahan sampai tanggal sepuluh yang ketiga kalinya. Tetap berjuang bersamaku hingga tanggal sepuluh yang tak berbatas.

Love you, always ��

RR